KH Masthuro : Keturunannya

Sukabumi (12/1/26) KH Masthuro, pendiri Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi pada awalnya menikahi perempuan Sukabumi bernama Ibu Momoh. Dari pernikahan ini beliau dikaruniai puteri bernama Yayah Badriyah (alm) yang kemudian dinikahkan kepada KH Ahmad Mubarok (alm), yang selain mengajar di pesantren, juga mengabdi di KUA.

Setelah wafat Ibu Momoh, KH Masthuro menikah kembali dengan gadis dari Ciawi Cicantayan yaitu Ibu Hafsoh (alm) binti Mad Nafi. Dari pernikahannya beliau dikaruniai sepuluh anak yaitu

  1. Hj Umi Bahiyah (alm) yang dinikahkan kepada KH Muhammad Sanusi (alm), seorang muridnya yang dari Ciawi  Cicantayan. Selama berumah tangga, keduanya mengajar dan membantu  di Al-Masthuriyah
  2. Hj. Dedeh Roihanah (alm) yang dinikahkan kepada H. Uci Sanusi (alm) orang Cikukulu Cisande. Semula keduanya tinggal di luar, setelah wafat ayahnya, keduanya tinggal di pesantren dan ikut mengasuh dan mendidik para santri.
  3. Hj Cicih Nfisah (alm) yang dinikahkan kepada KH Sukandi (alm) tetangga dekatnya. Keduanya tinggal dan mengajar di Al-Masthuriyah sambil berbisnis memproduksi kopiah.
  4. KH Syihabudin (alm). Beliau penerus pertama setelah wafat ayahnya. Beliau menimba pengetahuan agamanya langsung dari orangtuanya. Beliau menikahi  Hj Khodijah (alm) puteri KH Ahmad Sanusi dari Pesantren Al Falah Sukamantri Sukabumi. Keduanya tinggal dan mengajar di Al-Masthuriyah
  5. Hj Siti Habibah (alm) yang dinikahi oleh KH Ujang Thabari (alm) orang Kadupugur Sukabumi. Murid KH Masthuro yang kemudian menjadi pembantunya dan mengajar di Al-Masthuriyah.
  6. KH Fakhruddin (alm). Selain mendapat pendidikan dari ayahnya, beliau juga banyak mondok di banyak pesantren diantaranya di Pesantren Ciharashas Cianjur dan Asyafiiyaj Jakarta walau tidak lama. Aktivitas di luar pesantren cukup banyak, antara lain di PBNU dan di MUI. Terakhir beliau pernah menjadi wakil Rois Aam PBNU. Beliau menjadi pimpinan Al-Masthuriyah sampai akhir hayatnya. Beliau menikahi Hj Euis Subaehah putri KH Ahmad Basroh dari Pesantren Al-Falah Caringin. Keduanya tinggal dan mengajar di  Al-Masthuriyah
  7. Hj Bibih Sobihat (alm) yang dinikahi oleh KH Daman Azhar (alm), murid KH Masthuro yang berasal dari Harempoy Sukabumi. Keduanya tinggal dan mengasuh santri di Al-Masthuriyah.
  8. Hj Siti Rofiah yang dinikahkan kepada H Moh Soleh, muridnya yang berasal dari Tegalega Sukabumi. Keduanya tinggal dan mengasuh santri di Al-Masthuriyah sebelumnya tinggal di luar
  9. KH Abdul Aziz. Sekarang beliau yang menjadi penerus dan pimpinan Al-Masthuriyah. Beliau mendapat didikan dari ayahnya dan kakak-kakaknya dan dari Pesantren Keresek Garut, Al-Huda Garut. Beliau menikahi Hj Lya Hulyati puteri KH Dadang Syadzili dari Cianjur.
  10. Izudin (alm). Beliau wafat sejak masih kecil.

Keturunan KH Masthuro sekarang sudah lebih dari 500 orang. Setiap 4 Syawal selalu diadakan pertemuan silaturahmi untuk mempererat persaudaraan.

(kbk)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top