Desa Cicantayan Sebagai Sentra penghasil Batu Bata Merah

Cicantayan — Selasa, 6 Desember 2026, Kelompok 1 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Al-Masthuriyah melaksanakan kegiatan observasi ke Kantor Desa Cicantayan. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi desa serta menghimpun data yang diperlukan dalam penyusunan program pengembangan desa.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN melakukan wawancara dengan Kepala Desa Cicantayan. Wawancara ini sebagian besar membahas pemanfaatan teknologi dalam kehidupan masyarakat desa, khususnya pada sektor produksi batu bata merah yang menjadi mata pencaharian utama warga.

Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa Desa Cicantayan dikenal sebagai salah satu sentra penghasil batu bata merah. Proses produksi yang sebelumnya dilakukan secara tradisional kini mulai mengalami perkembangan melalui penerapan teknologi sederhana, seperti penggunaan alat cetak yang lebih efisien serta pemanfaatan media digital untuk pemasaran hasil produksi.

Kepala Desa Cicantayan menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas, kuantitas, dan daya saing batu bata merah. Selain itu, penggunaan teknologi juga diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Melalui kegiatan observasi ini, Kelompok 1 KKN Institut Al-Masthuriyah berupaya menyusun program kerja yang berorientasi pada penguatan teknologi desa, sehingga potensi batu bata merah sebagai produk unggulan Desa Cicantayan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Editor: Damar Mahendra

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top